News Detail

Endoskopi dan Mikroskopi, Metode Mana yang Terbaik untuk Saraf Kecetit

Home › News & Articles › Detail

Lifestyle 09 Nov 2020
Endoskopi dan Mikroskopi, Metode Mana yang Terbaik untuk Saraf Kecetit

Saat ini setiap Dokter spesialis yang berwewenang dapat melakukan berbagai pendekatan untuk mengaplikasikan sebuah teknik tertentu berdasarkan keilmuannya. Seperti pada kasus saraf terjepit, saat ini masyarakat lebih menyukai dengan metode minimal invasive dimana banyak keunggulan yang di dapat yaitu luka bukaan operasi kecil, kehilangan darah lebih sedikit, operasi lebih singkat, pemulihan lebih cepat.

Dalam dunia bedah saraf dan tulang belakang terdapat dua jenis metode yang popular yaitu microscopic dan endoscopic. Keduanya adalah nama alat bantu dokter bedah untuk melihat bagian dalam tubuh pasien. Kedua pendekatan ini merupakan metode minimal invasive dan dengan laporan tingkat keberhasilan yang tinggi diatas 90%. Microscopic Decompresi lebih dulu ditemukan dan masih menjadi golden standard dunia bedah spine, sedangkan endoskopi baru-baru ini dikembangkan.


Endoskopi dan mikroskopi cocok diterapkan dengan hasil MRI atau CT Scan yang menunjukkan herniasi yang terletak di lateral tepi sumsum tulang belakang. Metode ini tidak cocok apabila diterapkan pada pasien dengan ketidakstabilan segmental, deformitas, stenosis di sentral, lokasi medial herniasi diskus, lesi ektradural yang menyerupai herniasi diskus atau foraminal.

Jadi, tidak semua kondisi syaraf terjepit dapat diselesaikan dengan metode minimally invasive. Oleh karena itu pasien perlu memeriksakan diri kepada dokter spesialis yang dapat mengerjakan kedua metode ini. Perlu diketahui bahwa perbedaan dari kedua metode ini adalah cara melihat, yang satu menggunakan mikroskop dan yang lain menggunakan endoskop. Di lihat dari segi harga, endoskop memiliki harga yang lebih mahal. Meskipun demikian mahalnya harga perlu dipertimbangkan sebagai kerugian untuk pasien apabila hasil atau tingkat keberhasilannya sama.