News Detail

Bahu Sering Pegal Saat Angkat Tas Ransel dan Cara Mengatasinya

Home › News & Articles › Detail

Tech 13 Nov 2025
Bahu Sering Pegal Saat Angkat Tas Ransel dan Cara Mengatasinya

surabayaspineclinic.com - Kamu mungkin pernah ngerasa bahu tiba-tiba nyut-nyutan atau berat sekali setelah bawa tas ransel seharian. Kadang kamu pikir, “Ah, cuma pegal biasa.” Tapi kalau bahu sering pegal saat angkat tas ransel, bisa jadi tubuhmu lagi ngasih tanda kalau ada yang salah.Masalah ini nggak cuma dialami pekerja lapangan atau pelajar, tapi juga siapa aja yang punya rutinitas membawa beban di punggung.

Yuk, kita bahas kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya biar nggak terus kambuh.

Kenapa Bahu Sering Pegal Saat Angkat Tas Ransel?

Kebanyakan orang nggak sadar bahwa postur tubuh dan cara membawa beban punya peran besar dalam kesehatan bahu. Saat ransel menggantung terlalu lama di punggung, otot-otot di bahu dan leher bekerja ekstra keras untuk menahan beban.Kalau dilakukan terus-menerus tanpa perbaikan posisi, lama-lama ototmu akan menegang dan memicu nyeri. Berikut beberapa penyebab yang paling sering bikin bahu sering pegal saat angkat tas ransel.

1. Beban Tas yang Terlalu Berat

Tas yang terlalu penuh bikin otot bahu bekerja di luar kapasitasnya. Rasa pegal muncul karena otot trapezius yaitu otot besar di punggung atas menanggung beban lebih dari seharusnya.Kalau kondisi ini dibiarkan, serat otot bisa mengalami peradangan mikro dan berujung pada cedera ringan. Akibatnya, kamu akan merasa nyeri bahkan saat nggak bawa tas.

2. Pemakaian Ransel di Satu Bahu

Sering kali orang memilih pakai ransel di satu sisi saja karena dianggap lebih praktis. Tapi kebiasaan ini bikin otot kiri dan kanan nggak seimbang.Satu sisi bahu bekerja keras menahan beban, sementara sisi lain melemah. Ketidakseimbangan inilah yang memicu postur miring dan bahu sering pegal saat angkat tas ransel dalam jangka panjang.

3. Tali Ransel yang Tipis dan Tanpa Bantalan

Tali ransel yang sempit atau keras bisa menekan jaringan otot dan saraf di bahu. Tekanan ini membuat aliran darah terhambat dan muncul rasa nyeri tumpul.Kamu bisa bayangkan seperti diikat tali kencang selama berjam-jam pasti nggak nyaman, kan?

4. Postur Tubuh yang Buruk

Membungkuk atau menunduk saat berjalan bikin beban ransel terasa lebih berat dari seharusnya. Postur seperti ini mendorong bahu ke depan dan menekan leher.Selain bikin bahu sering pegal saat angkat tas ransel, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan nyeri punggung atas dan gangguan sirkulasi darah.

Baca Juga: Cara Mengatasi Nyeri Pergelangan Tangan agar Cepat Pulih

Ciri Pegal di Bahu yang Perlu Diwaspadai

Pegal yang datang sesekali bisa jadi hanya kelelahan otot. Tapi kalau rasa pegal makin sering muncul, kamu perlu waspada. Berikut beberapa tanda bahwa bahu sering pegal saat angkat tas ransel bukan sekadar pegal biasa:

  • Nyeri menjalar dari bahu ke leher atau tangan
  • Sensasi kesemutan atau kebas di jari
  • Bahu terasa kaku bahkan setelah istirahat
  • Muncul pembengkakan atau sensasi panas di area bahu
  • Pegal datang bahkan tanpa membawa tas

Jika kamu mengalami tanda-tanda di atas, ada kemungkinan otot atau saraf di area bahu mengalami tekanan yang terus-menerus. Ini bisa berujung pada kondisi medis seperti nerve entrapment atau gangguan postural kronis.

Cara Mengatasi Bahu Pegal Akibat Tas Ransel

Kabar baiknya, kamu bisa mulai meredakan keluhan ini tanpa harus langsung minum obat. Fokus utamanya adalah mengurangi beban pada bahu dan memperbaiki postur tubuh.

1. Atur Berat Tas dengan Bijak

Pastikan beban tas nggak lebih dari 10–15% berat badanmu. Kalau kamu berbobot 60 kg, berarti tas sebaiknya nggak lebih dari 9 kg.Keluarkan barang-barang yang nggak penting dan simpan hanya yang benar-benar dibutuhkan. Berat yang seimbang membantu otot bahu beristirahat dan mencegah cedera.

2. Gunakan Tas Ergonomis

Pilih ransel dengan tali lebar dan bantalan empuk. Tas ergonomis didesain untuk mendistribusikan berat ke punggung, bukan cuma bahu.Pastikan juga posisi ransel tidak menggantung terlalu rendah, idealnya sejajar dengan pinggang. Dengan begitu, tekanan pada bahu bisa berkurang secara signifikan.

3. Perbaiki Postur Tubuh

Biasakan berdiri tegak dengan bahu sejajar. Saat duduk, hindari posisi membungkuk terlalu lama.Coba lakukan latihan ringan seperti shoulder roll atau chest opener stretch setiap pagi dan sore. Gerakan sederhana ini bisa menjaga fleksibilitas otot bahu.

4. Kompres Hangat untuk Meredakan Tegangan

Kompres hangat efektif melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa kaku. Tempelkan handuk hangat di bahu selama 10–15 menit setiap hari.Kalau nyerinya terasa dalam, bisa juga tambahkan sesi pijat lembut untuk membantu relaksasi otot trapezius.

5. Variasikan Posisi Membawa Beban

Sesekali gantian pakai tas selempang atau koper roda untuk memberi jeda pada bahu.Kebiasaan kecil seperti ini bisa mencegah stres berulang di area otot yang sama dan menurunkan risiko nyeri kronis.

Pemeriksaan Medis Jika Bahu Masih Sering Pegal

Kalau bahu sering pegal saat angkat tas ransel tetap terasa meskipun kamu sudah istirahat dan memperbaiki postur, mungkin saatnya melakukan pemeriksaan medis.Dokter akan menilai kekuatan otot bahu, keseimbangan postur, hingga kondisi tulang belakang bagian atas. Pemeriksaan tambahan seperti USG muskuloskeletal atau MRI servikal kadang dibutuhkan untuk melihat apakah ada peradangan atau saraf terjepit.

Pemeriksaan semacam ini penting untuk menentukan penyebab pasti, bukan cuma menebak-nebak. Dengan diagnosis yang tepat, terapi bisa disesuaikan mulai dari fisioterapi, latihan postur, hingga terapi manual yang aman.

Pencegahan Agar Bahu Tidak Mudah Pegal

Menjaga bahu tetap sehat sebenarnya bisa dilakukan lewat kebiasaan sederhana. Berikut langkah pencegahan yang efektif untuk kamu terapkan setiap hari:

  • Selalu gunakan kedua tali ransel saat membawa tas
  • Pilih tas dengan bentuk mengikuti lekuk punggung
  • Jangan bawa beban lebih dari kapasitas tubuh
  • Lakukan peregangan sebelum dan sesudah beraktivitas
  • Tidur dengan bantal yang menopang leher secara natural

Konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar perawatan sementara. Kalau kamu disiplin memperbaiki kebiasaan kecil, rasa pegal akan berangsur hilang.

Baca Juga: Kenapa Kaki Sering Kebas dan Dingin Tanpa Sebab Jelas

Kapan Harus ke Klinik Tulang dan Saraf?

Kamu perlu segera ke klinik kalau bahumu terasa nyeri terus-menerus, ada sensasi kesemutan, atau tangan mulai sulit digerakkan. Kondisi seperti ini bisa menandakan tekanan pada saraf servikal atau gangguan pada jaringan bahu.Pemeriksaan di klinik memungkinkan dokter melihat secara detail sumber masalahnya apakah dari otot, saraf, atau postur yang salah. Penanganan dini bisa mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kalau kamu berdomisili di Surabaya atau sekitarnya, kamu bisa langsung berkonsultasi di Surabaya Spine Clinic. Klinik ini punya layanan lengkap untuk menangani keluhan otot, tulang belakang, hingga saraf dengan pendekatan medis yang tepat dan personal.

Bahu Pegal Bukan Sekadar Lelah

Rasa pegal di bahu memang terasa ringan di awal, tapi bisa jadi pertanda tubuhmu mulai mengalami tekanan berlebih.Kalau bahu sering pegal saat angkat tas ransel, jangan anggap enteng. Bisa jadi ini sinyal bahwa otot dan postur tubuhmu perlu perhatian lebih.Mulailah dari langkah sederhana: kurangi beban tas, perbaiki postur, dan rutin lakukan peregangan. Tapi kalau keluhan tetap muncul, pemeriksaan ke dokter adalah solusi terbaik.

Jangan biarkan rasa pegal mengganggu aktivitasmu setiap hari.Segera kunjungi Surabaya Spine Clinic untuk pemeriksaan komprehensif bersama dokter spesialis tulang dan saraf.Langkah kecil hari ini bisa mencegah masalah besar di masa depan.

Hubungi kami via WhatsApp

Hubungi Email kami