Saraf kejepit bisa terjadi pada lutut. Kondisi ini terjadi akibat saraf peroneum mengalami tekanan berlebihan dari tulang, jaringan, atau struktur sekitarnya akibat cedera. Tekanan tersebut memicu munculnya gejala, seperti nyeri, mati rasa, kesemutan, dan kelemahan. Lantas, bagaimana perawatan untuk menyembuhkan saraf kejepit di lutut ini?
Gejala saraf kejepit yang terjadi di lutut pasti akan mengganggu Anda. Pasalnya, mulai dari berdiri, duduk, dan berjalan melibatkan lutut Anda untuk bergerak. Jangan dulu cemas jika kondisi ini menimpa Anda.
Ada banyak cara untuk meredakan gejala, mulai dari perawatan dokter hingga rumahan. Lakukan konsultasi pada dokter untuk mendapatkan arahan pengobatan yang tepat. Agar lebih jelas, mari bahas satu per satu perawatan saraf kejepit di lutut berikut ini.
Minum obat pereda nyeri
Rasa nyeri dan tidak nyaman akibat saraf kejepit bisa Anda atasi dengan minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau naproxen. Anda bisa mendapatkannya di apotek, baik dengan resep maupun tidak.
Akan tetapi, obat ini tidak boleh diminum dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan masalah pada lambung dan efek samping lainnya. Lebih baik jika Anda menggunakan obat ini di bawah pengawasan dokter.
Kompres air hangat atau es
Perawatan untuk saraf kejepit di lutut selanjutnya lebih aman dan mudah dilakukan. Anda cukup menempelkan kompres pada area yang bermasalah. Anda bebas memilih kompres air dingin atau panas, keduanya sama ampuhnya.
Sensasi panas atau dingin yang menempel di kulit dapat meringankan rasa nyeri dan pembengkakan. Anda bisa melakukan perawatan ini tiga kali sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan. Hindari menempelkan kompres lebih dari 20 menit karena bisa menimbulkan masalah pada lapisan kulit paling luar.
Operasi dan terapi fisik
Pada kasus ringan, perawatan yang sudah disebutkan sebelumnya bisa menyembuhkan saraf kejepit di lutut. Namun pada kasus parah, perawatan lebih lanjut dibutuhkan, yakni operasi.
Jika saraf terjepit tidak membaik dalam beberapa minggu atau bulan, dokter akan merekomendasikan operasi. Tujuan operasi adalah menghilangkan tekanan yang membuat saraf bermasalah.
Setelah operasi, biasanya pasien harus menjalani terapi fisik untuk memperkuat dan meningkatkan fleksibilitas otot lutut yang sakit. Tujuannya agar pasien dapat berkativitas kembali menggunakan kaki dan lututnya dengan baik.