News Detail

Endoskopi, Alternatif Pasien Saraf Terjepit Tanpa Operasi

Home › News & Articles › Detail

Lifestyle 13 Apr 2021
Endoskopi, Alternatif Pasien Saraf Terjepit Tanpa Operasi

Operasi kerap menjadi jalan terakhir ketika masalah saraf terjepit kian parah. Sayang, anggapan kelumpuhan yang bakal dialami ketika melakukan operasi akibat saraf terjepit begitu melekat di benak banyak orang. Alhasil, masyarakat lebih memilih berobat di luar negeri.

Saraf terjepit atau herniated nucleus pulpouses (HNP) biasanya terjadi akibat adanya tekanan pada saraf. Tekanan itu terjadi pada tulang dan otot. Tekanan ini mengganggu fungsi saraf, menyebabkan rasa sakit, dan mati rasa.

Kini, mengobati saraf terjepit tak lagi memerlukan proses pembedahan yang rumit seperti operasi besar. Saat ini Indonesia telah mengenal teknologi PECD yang sudah ditemukan di dunia sejak 1990 silam.

Sebelumnya, medis Indonesia menggunakan teknologi cervical discentomy and fusion (ACDF). Namun, sayangnya teknologi itu menimbulkan beberapa komplikasi seperti disfalgia, hematoma, kegagalan pemasangan implan, dan lain sebagainya.

Teknologi ini membuat proses pemulihan pasien menjadi lebih singkat dan meminimalisir kerusakan jaringan. Keberhasilan bergantung pada dekompresi elemen saraf yang kuat. Teknologi ini dapat menjadi pilihan jika terapi fisik atau obat-obatan gagal untuk meredakan nyeri yang diakibatkan terjepitnya saraf.